Sejarah

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat, taufik, dan ridho-Nya. Dengan anugerah iman, Islam, serta kesehatan yang diberikan-Nya, kita masih dapat menjalani kehidupan ini dalam naungan kasih sayang dan perlindungan Allah. Selawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Muhammad SAW, keluarga, para sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman. Semoga kita kelak termasuk golongan yang memperoleh syafaatnya. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.

Keprihatinan yang Menjadi Titik Awal

Fenomena sosial yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya generasi muda, semakin memprihatinkan. Maraknya penyalahgunaan narkoba, begal, perzinaan, judi online, serta berbagai bentuk kemaksiatan, menjadi potret buram yang merusak moral dan masa depan bangsa. Dampaknya meluas menjadi tindak kriminal seperti pencurian, perampokan, pembunuhan hingga pemerkosaan.
Akar persoalan ini tidak lain adalah rendahnya nilai-nilai religius, lunturnya adab, serta minimnya pendidikan akhlak. Berangkat dari keprihatinan mendalam inilah, tumbuh tekad untuk menghadirkan sebuah lembaga yang mampu menjadi tempat pembinaan akhlak, adab, dan ilmu agama—sebagai upaya mengembalikan cahaya keimanan di tengah masyarakat.

Jejak Perjuangan Para Pendiri

Salah satu tokoh sentral yang menjadi penggerak berdirinya Pesantren Insan Albalad adalah KH. Djaman Dzahar, seorang ulama yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri untuk berdakwah dan menyebarkan syiar Islam.  Pada tahun 2006, beliau memulai langkah sederhana namun penuh keberkahan dengan membuka pengajian kecil di kediamannya, dihadiri hanya beberapa jamaah yang istiqamah.
Seiring berjalannya waktu, majelis ilmu tersebut berkembang. Jumlah jamaah terus bertambah, dan semangat menyebarkan ilmu semakin menguat.  Pada tahun 2008, atas swadaya keluarga, dibangunlah Majlis Ta’lim Al-Hajar di lantai dua kediaman beliau, dengan kapasitas menampung sekitar 200 jamaah. Majelis ini terus hidup hingga kini, menjadi saksi perjuangan dakwah yang tak pernah padam.

Lahirnya Pesantren Insan Albalad

Dari perjalanan panjang inilah muncul gagasan besar untuk mendirikan Pesantren yang berfokus pada pendidikan Al-Qur’an, akhlak, dan adab, sebagai solusi terhadap degradasi moral generasi bangsa. Harapannya, pesantren ini mampu menjadi pusat pendidikan yang:
Menguatkan keimanan dan ketakwaan,
Menanamkan akhlak mulia dan adab Islami,
Mengembangkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat,
Membentuk generasi Penghafal Al-Qur’ani yang berkarakter.
Pesantren Insan Albalad lahir dari sebuah niat tulus, keprihatinan mendalam, dan cita-cita besar untuk melahirkan generasi yang kembali kepada cahaya Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW.

Bismillaahirrohmaanirrohiim, 

Dengan izin dan pertolongan Allah ﷻ, pada bulan Januari tahun 2025 telah berdiri Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) Al-Balad sebagai langkah awal dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, adab islami, serta kecintaan kepada Al-Qur’an sejak usia dini.
Seiring berjalannya waktu, tumbuh harapan dan cita-cita besar untuk melanjutkan perjuangan pendidikan ini dengan mendirikan Pesantren Penghafal Al-Qur’an Insan Al-Balad, sebagai wadah pembinaan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, berilmu, dan berkontribusi bagi agama, umat, dan bangsa.

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ
“Sesungguhnya Al-Qur’an ini benar-benar memberi petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus.”
(QS. Al-Isrā’: 9)

Namun dalam proses perintisan dan pengembangannya, Pesantren Tahfizh Al-Balad masih menghadapi keterbatasan dana, terutama untuk pembangunan sarana prasarana pendidikan, ruang belajar, asrama santri, serta fasilitas pendukung lainnya.

Allah ﷻ juga berfirman:

وَمَا تُنفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَلِأَنفُسِكُمْ
“Apa saja harta yang kamu infakkan, maka kebaikannya adalah untuk dirimu sendiri.”
(QS. Al-Baqarah: 272)

Oleh karena itu, dengan penuh kerendahan hati, kami mengajak para donatur dan dermawan untuk turut serta mengambil bagian dalam amal jariyah pembangunan Pesantren Penghafal Al-Qur’an Insan Al-Balad. Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi sebab lahirnya para penjaga Al-Qur’an dan menjadi investasi pahala yang terus mengalir.

Allah ﷻ berfirman:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ

“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai…”
(QS. Al-Baqarah: 261)

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari)

Semoga Allah ﷻ menerima setiap amal kebaikan, melipatgandakan pahala, serta menjadikannya sebagai amal jariyah yang tidak terputus hingga hari kiamat.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.